Mengapa Wanita Mudah Menangis?

Posted: May 20, 2012 in Bekal Bertamasya

Suatu ketika datang seorang teman wanita kepadaku, menceritakan permasalahan dan keluh kesahnya kemudian dia menangis tersedu-sedu. Dia menceritakan perihal kekasihnya (pacar) yang tidak lagi mau mengerti tentang dirinya dan selalu menyakiti hatinya, padahal (katanya) dia masih sangat mencintainya (risih sekali mendengarnya). Saya paling tidak suka melihat orang menangis, apalagi yang ditangisi adalah masalah sepele. Saya heran mengapa dia tangisi hal yang sepele seperti itu?

Pacaran bukanlah ikatan yang suci, pacaran hanya akan membawa banyak kemudhorotan daripada  manfaatnya. Tidak seperti yang digembor-gemborkan oleh para pemuja cinta semu itu. So, gak penting banget kalo hanya menangis hanya karena masalah seperti itu? Bagimana? Sepakat? Setuju?

Kita harus tahu bahwa airmata diberikan oleh Allah kepada manusia agar digunakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu kita harus tahu cara menggunakan airmata. Bukan membuangnya dengan percuma, melainkan menumpahkannya dengan kekhusyukan.

Saya selalu bertanya, mengapa wanita sering sekali menangis tanpa sebab? Begitu mudah mereka menangis? Dan sampai pada saatnya saya menemukan jawaban dari pertanyaan itu.

 

Kurang lebihnya ada beberapa poin yang harus kita pahami, di antaranya;

Ketika Allah menciptakan seorang wanita, Allah membuatnya menjadi sangat utama. Allah menciptakan dua bahunya agar mampu menahan beban seluruh dunia dan isinya. Walaupun di sisi lain bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang lelap tertidur.

Allah menberikannya kekuatan untuk melahirkan bayi dari dalam rahimnya, walaupun ia sering mendapatkan anaknya membangkang ketika besar.

Allah memberikan keperkasaan kepadanya agar tetap mampu bertahan, pantang menyerah saat semua orang putus asa.

Allah memberikanya kesabaran untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, tanpa berkeluh kesah.

Allah memberikannya perasaan yang peka dan mencintai semua anak-anaknya dalam situasi dan kondisi apapun, walaupun kerap sekali anak-anaknya itu mencercanya dan selalu menyakiti hati dan perasaannya. Tapi perasaan inilah yang memberikan kehangatan kepada setiap bayi-bayi yang sedang mengantuk menahanan lelap, sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap lembut olehnya.

Allah memberikan kekuatan untuk membimbing suaminya dan selalu bersama melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi jantung dan hati agar tidak terkoyak.

Allah menberikanya kebijaksanaan dan mampu untuk memberikan pengertian dan kesadaran bahwa suami yang baik adalah yang tidak pernah menyakiti istrinya dan mampu mengerti bahwa istri yang baik adalah yang mampu menunjukkan kepatuhan, kesetiaan, dan kepercayaan yang diberikan suami kepadanya. Walaupun kebijaksaaan itu tak luput dari lemparan batu ujian yang menguji kesetiaan yang diberikan kepada suaminya agar ia tetap berdiri tegar. Saling melengkapi  dan menyayangi.

Dan kemudian Allah memberikan butian airmata untuk mencurahkan segala perasaannya. Inilah sesuatu yang  Allah berikan khusus  kepada wanita, agar bisa digunakan bila ia inginkan, Hanya ini jugalah kelemahan yang dimiliki oleh wanita, walaupun sebenarnya airmata itu adalah air mata kehidupan.

So, for you girls (bagi yang belum menikah) janganlah kalian menangisi hal-hal yang semu, tidak jelas alias tidak realitis, dan sulit dicerna dengan pikiran yang dewasa. Jangan takut karena nanti pada saatnya kalian akan menggunakannya airmata itu untuk sesuatu yang lebih pantas untuk ditangisi.

 

Tamasya Musafir Kata

Salam SGB dan tengat berkarya

Semoga damai bersama, berkenan, bermanfaat dan menginspirasi

Amin

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s